Penyakit yang Disertai Demam


Infeksi virus dan bakteri merupakan penyebab utama bayi demam. Amati gejala penyerta demam yang ditampakkan bayi Anda. Bukan berarti Anda bisa membuat diagnosis penyakit layaknya seorang dokter spesialis anak, melainkan agar Anda bisa berdiskusi dengan dokter sebelum memutuskan menebus resep.

Gejala Penyakit Demam

Gejala: demam tinggi (sekitar 39 derajat celcius) pada tiga hari pertama. Biasanya bayi tidak terlalu tampak sakit dan akan kemabli ceria setelah demam turun. Setelah suhu tubuh kembali normal, muncul ruam yang biasanya dimulai dari sekitar leher, punggung, dada, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam merah akan menetap dalam hitungan hari atau minggu.


Kemungkinan : ROSEOLA
Umumnya roseola tidak berbahaya. Paling sering pada bayi usia 9-12 bulan. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka akan sembuh dengan sendirinya. Anda hanya perlu mengurangi gejala yang membuat anak tidak nyaman, misalnya berikan obat penurun pns ketik bayi mulai rewel saat panas tinggi.



Gejala: Demam, batuk, pilek, lemas, hidung berair, mata merah dan berair, BAB encer, setelah tiga hari panas turun. 
Kemungkinan: SELESMA. 
Selesma tidak berba hayanamum bisa membuat bayi tidak nyaman karena sulit bernapas. Berikan minum lebih banyak dari bisanya untuk mengencerkan lender sehingga mengurangi hidung tersumbat. Beri kompres air hangat untuk menurunkan panas tubuh. Jika suhu bayi di atas 38,5, boleh diberi minum obat penurun panas yang membuat anak sedikit nyaman. Selesma akan sembuh dengan sendirinya.

Gejala: demam yang disertai ruam sejak hari pertama. Ruam awalnya berwarna merah, lalu menjadi benjolan kecil, berair bening, warna air di dalam benjolan menjadi keruh, lalu benjolan mongering dlam 24 jam. Muncul ruam di bagian tubuh yang lain. 
Kemungkinan: CACAR AIR. 
Potong kuku Anda dan bayi agar tidak menimbulkan luka pada ruam. Untuk meredakan gatal, mandi dengan air yang dicampur oatmeal bisa sedikit membantu. Obat penurun panas hanya digunakan ketika bayi mulai rewel. Jika diagnosis gejala itu adalah cacar air, anak tidak memerlukan obat apapun karena penyakit itu bisa sembuh sendiri.

Gejala: demam ringan, mata merah, tenggorokan merah, muncul bintik-bintik kecil, tidak tampk sakit berat. 
Kemungkinan: CAMPAK JERMAN. 
Bisa dicegah dengan vksin Rubella yang menjadi bagian dari imunisasi MMR. Rum akan mongering dalam 3 hari dan si kecil akan pulih dalam waktu 1 minggu. Campak jerman akan sembuh dengan sendirinya dan tidak memerlukan antibiotic. Vaksin Rubella juga penting bagi ibu hamil demi mencegh kelinan bawaan pada bayi.

Gejala: Demam mendadak tinggi (hingga 40 derajat celcius). Bola mata dan wajah kemerahan, lemas, kaki dan tngan dingin, terkdang timbul kejang demam. Pada hari ketiga panas tubuh turun, syok, muncul bercak merah di kulot. Hari keempat, demam kembali tinggi dan bayi tampak sangat sakit. Kemungkinan: DEMAM BERDARAH DENGUE. 
Jika tidak ditangani, DBD bisa berujung pada kematian. Kondisi yang buruk bisa segera ditangani dengan diagnose dini dan pemberian cairan pengganti. DBD tidak bisa diobati tetapi bisa dicegah. Metode 4M -- menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yng bisa menimbulkan genangan air, dan melakukan pengasapan ketika ada orang yang terjangkit DBD di sekitar tempat tinggal Anda – masih efektif mencegah demam berdarah. Memasang kelambu saat si bayi tidur siang juga bisa menurunkan resiko DBD.

Sumber : Parents Magazine

Komentar