Demam pada bayi merupakan masalah yang aling sering dikhawatirkan orang tua. Jika obat penurun panas kurang berhasil meredakan demam, apakah Anda berharap dokter memberikan antibiotik?Ada banyak hal yang perlu Anda dan dokter perhatiakan sebelum memberi obat kepada bayi demam. Prinsip uatama yang perlu Anda pegang: demam bukan penyakit melainkan gejala. Karena itu ketika bayi demam, hal yang perlu dilakukan adalah mencari penyebab demam, buakan mengkhawatirkan demam itu sendiri. Kuncinya adalah bersikap rasional dan tenang saat bayi demam. Selain itu, perhatikan kondisi bayi Anda.
Demam Itu Bermanfaat
Tubuh memiliki sistem pengaturan suhu tubuh yang terletak di bagian otak yang disebut hipotalamus. Tugasnya memberitahukan suhu tubuh agar senantiasa berkisar pada angka 37 derajat celcius. Lalu mengapa demam masih bisa terjadi padahal sistem pengaturan suhu tubuh sudah begitu canggih? Peningkatan suhu memang sengaja dibuat oleh tubuh untuk tujuan penting.
Demam merupakan suatu kondisi fungsional yang justru membantu memerangi infeksi. Ibaratnya, demam adalah alarm untuk memberitahukan bahwa sesuatu tengah terjadi di dalam tubuh. Demam merupakan mekanisme alami tubuh. Jika ada benda asing, tubuh akan menetralisasi dengan menaikkan suhu menjadi di atas normal. Inilah yang disebut demam, jelas Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), MTrop (Paed), konsultan dan spesialist anak penyakit tropis dari FKUI-RSCM.
Demam merupakan bagian dri sistem pertahanan tubuh melawan bakteri dan virus. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa tubuh bekerja lebih efektif memerangi infeksi dalam suhu tinggi. (Bakteri dan virus tumbuh subur pada suhu nrmal 37 derajat celcius.). Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, mengatakan, "Demam sebagai reaksi kekebalan tubuh mengakibatkan diproduksinya sitokin yang berfungsi untuk mengaktifkanleukosit," ujarnya. Sehingga demam juga berfungsi sebagai komando agar tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih dan antibodi untuk melawan infeksi.
Mengukur Suhu Bayi Demam
Jangan menilai suhu tubuh hanya dengan meraba dahi. Anda perlu menggunakan termometer demi memastikan suhu tubuh si bayi. Anak dinyatakan demam jika suhu tubuhnya 38 derajat celcius ketika diukur melalui annus, 37,5 melalui mulut, serta 37,2 jika diukur di ketiak. "rang tua perlu memerhatikan cara pengukuran suhu badan sebelum beraktivitas, misalnya pda pukul 05.00 dan terakhir di pukul 17.00. Lakukan pengukuran setiap 6 jam sekali. Jika angka di termometer menunjukkan kenaikan suhu setelah dilakukan pengukuranminimal dua kali, baru bayi dinyatakan demam, "kata Dr. Hindra.
Termometer yang digunakanpun harus tepat. Pilihan berupa termometer rektal, termometer yang diselipkan di bawah lidah, ketiak, dan telinga, memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan. Karena pusat pengatur suhu tubuh ada di dalam inti tubuh (core), termometer yang semakin mendekati inti tubuhlah sebenarnya yang lebih akurat, misalnya termometer rektal atau yang diselipkan di bawah lidah.
Termometer ada yang menggunakan air raksa atau digital. "Termometer raksa memang akurat tapi beresiko pecah. Air raksa dan pecahan kacanya tentu sangat berbahaya, terutama pada bayi," ujar Dr. Hindra. Untuk termometer digital bisa menjadi alternatif tepat. Pastikan baterai di dlamnya masih baru sehingga tidak menurunkn tingkat akurasi termometer.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Umumnya, demam memang tidak membahayakan. Namun ada beberapa kondisi yang menyertai demam yang perlu mendpatkan penanganan dokter. Situs Mayoclinic yang terpercaya memberi panduan Anda untuk menghubungi dokter di saat yang tepat.
- Bayi <3 bulan dengan suhu kurang lebih 38 derajat celcis
- Bayi 3-6 bulan denagn suhu kurang lebih 38,5 derajat celcius
- Bayi dan anak >6 bulan, dengan suhu kurang lebih 40 derajat celcius
- Demam sudah berlangsung 72 jam
- Bayi menolak minum dan makan
- Tidur terus, lemas, dan tidak responsif
- Rewel
- Kejang
- Sesak napas
- Muntah dan diare trus-menerus
Sumber : Parents Magazine
Komentar
Posting Komentar